Aplikasi Web Server, Penjelasan dan Contoh-contohnya

Dalam membuat aplikasi berbasis web atau website itu sendiri, maka Anda akan menempatkan aplikasi itu dalam web server. Dengan kata lain, Anda wajib menginstallnya pada komputer yang akan diposisikan menjadi web server. Karenanya, komputer itu wajib mempunyai yang namanya “Aplikasi Web Server”, yang akan menjadi pokok pembahasan kami kali ini, dengan begitu akan dapat dipakai untuk berbagai aplikasi dengan basis web. Semoga Anda sudah mendapatkan sedikit gambaran.

Aplikasi Web Server, Penjelasan dan Contoh-contohnya

Hosting dan Aplikasi Web Server


Apabila Anda telah mempunyai hosting, maka seharusnya pada hosting tersebut telah diinstall yang namanya aplikasi web server, dan yang paling populer yaitu: 
  • Nginx
  • Apache
  • Litespeed
  • Dan masih banyak lagi contoh lainnya … 
Dan semuanya itu berbasis pada Linux. Sementara untuk sistem operasi dengan basis Windows, umumnya telah dipublish sendiri dari Microsoft, dan salah satu contohnya adalah Windows Server 2016. Tetapi apabila Anda masih belum mempunyai hosting lantas bagaimana solusinya? Dapatkah Anda menginstall pada komputer lokal? Bagaimana juga cara mengkondisikan komputer Anda untuk server, apakah bisa?

Tenang, Anda tak perlu khawatir, sebab Anda masih dapat menginstall aplikasi dengan basis web pada komputer pribadi. Untuk caranya, dengan Anda menginstall aplikasi berupa web server localhost, di mana aplikasi ini sudah banyak tersedia, bisa Anda download langsung di internet. Untuk contoh yang terpopuler yakni IIS, XAMPP, AMPPS, dan WAMP. Terkadang walaupun telah mempunyai hosting, ada kalanya sebelum Anda benar-benar sudah mengupload aplikasi maupun website dalam hosting, dibuat dahulu pada komputer lokal. Jika sudah fix, baru diupload. Sebab loading website sudah jelas lebih cepat jika Anda menyetting pada saat website belum diupload ke hosting dan dibereskan di komputer lokal terlebih dahulu. Kecuali Anda memang memiliki hosting mumpuni dan koneksi internet yang cepat, bisa diupload dulu, baru settingnya dibereskan. 

Aplikasi Webserver Linux 


Selain Windows, aplikasi webserver Linux juga cukup populer. Bahkan Linux itu dikenal menjadi OS pertama yang pada awalnya dikhususkan bagi server. Apalagi Linux memang terkenal powerful serta dilengkapi berbagai kemampuan dalam melakukan penetrasi sekaligus memproteksi sebuah jaringan.

Apache

 Ini merupakan salah satu contoh server web yang bisa dijalankan pada banyak OS, contohnya BSD, Unix, Microsoft Windows, Linux, serta Novell Netware, dan berbagai platform yang lain. Gunanya untuk memfungsikan situs web. Apache sendiri dilengkapi dengan macam-macam fitur canggih, contohnya pesan kesalahan yang bisa dikonfigurasi, dan autentikasi berbasis data, serta masih banyak lagi. Selain itu Apache pun sudah didukung GUI yang memungkinkan para pengguna untuk menangani server dengan lebih mudah.

Nginx

Dikenal dengan nama lain Engine-x, merupakan aplikasi web server yang dibangun Nginx, Inc, oleh seseorang bernama Igor Sysoev. Ini adalah sebuah software web server bersifat open source, dan di bawah lisensi dari BSD-like license. Tak hanya memiliki fungsi utama untuk web server, namun Nginx pun mempunyai fungsi lainnya, contohnya adalah reverse proxy, load balancer, dan HTTP cache. Untuk jenis protokol apa sajakah yang didukung oleh Nginx, beberapa di antaranya yakni HTTPS, HTTP, POP3, SMTP, dan juga IMAP. Sekarang ini Nginx mempunyai market share cukup luas, dan software ini dapat digunakan pada OS Linux, Mac OS X, varian BSD, Solaris. 

Sekian artikel mengenai aplikasi web server, mengenali lebih jauh, Apabila artikel ini bermanfaat buat Anda, jangan sungkan-sungkan untuk share ke teman-teman Anda.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related: Aplikasi Web Server, Penjelasan dan Contoh-contohnya

0 komentar:

Post a Comment